Neuro Nadi Global, Malaysia Lawat Punggawa Disdik Dayah Banda Aceh

Sebanyak 15 orang tamu dari Neuro Nadi Global  (NNG) Pengembangan Al-Quran terbesar di Malaysia melakukan lawatan kerja pada Pemerintah Kota Banda Aceh, Jumat 27 April  2018 di Aula Gedung A, Mawardi Nurdin, Balai Kota Banda Aceh. Kedatangan rombongan NNG diterima langsung Kabag. Kesra Setda Kota Banda Aceh, Arie Maulana Kafka, S.Sos dan Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Muhammad Syarif, SHI, M.H.Sebanyak 15 orang tamu dari Neuro Nadi Global  (NNG) Pengembangan Al-Quran terbesar di Malaysia melakukan lawatan kerja pada Pemerintah Kota Banda Aceh, Jumat 27 April  2018 di Aula Gedung A, Mawardi Nurdin, Balai Kota Banda Aceh. Kedatangan rombongan NNG diterima langsung Kabag. Kesra Setda Kota Banda Aceh, Arie Maulana Kafka, S.Sos dan Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh, Muhammad Syarif, SHI, M.H.


Fakhu Anwar Bin Yusuf selaku ketua rombongan menyampaikan bahwa yayasan Al Bhagdadi ini merupakan sebuah organisasi yang menjalankan inovasi dalam pendidikan Al-quran. Mereka juga punya program menghafal Al quran menggunakan teknik terkini yang dinamakan dengan teknik Neoru Nadi.
“Teknik Neoru Nadi menggunakan konsep neoru psikologi, dengan mengaplikasikan sepenuhnya fungsi otak kiri dan kanan. Sehingga bisa menghasilkan sebuah hafalan Alquran yang berkualitas tinggi” tutur Fakhu Anwar.


“Di Malaysia sendiri sudah mepunyai 1000 cabang Al bhaghdadi, kita juga punya program yang namanya program rangsangan di mulai dari bayi dalam kandungan sampai ketingkat hafalan, yang terasnya merupakan pendidikan Alquran. Di Aceh yang mayoritas penduduk mencapai 5,2 juta, dengan kerjasama Al bhaghdadi dan Aceh sendiri sehingga bisa melahirkan satu program yang sudah disusun tadi dan bisa mengembangkan secara sistematik mengenai pendidikan Alquran, Sehingga dari anak kecil sampai umur 70 tahun masih bisa membaca al-quran” imbuhnya.
Muhamad Syarif, SHI, M.H mewakili Kadisdik Dayah Banda Aceh memberikan apresiasi dan menyambut baik program yang sudah disampaikan. Di Banda Aceh sendiri banyak lembaga tahfiz, walaupun metologi pembelajarannya yang berbeda. kita juga sudah banyak menghasilkan hafiz dan hafizah ungkap Syarif.


Tentunya dengan adanya kerjasama antara pemerintah Kota Banda Aceh dan Al Bhaghdadi ini, mungkin kita bisa buat langkah selanjutnya untuk mengadopsi metodelogi yang seperti ini” ungkap Syarif. Lebih lanjut Muhammad Syarif berharap agar kedepan Disdik Dayah Banda Aceh juga berkesempatan melihat lebih dekat NNG yang berpusat di Malaysia, jika dimungkinkan nantinya Disdik Dayah Banda Aceh akan mengirim guru ngaji untuk mendalami teknik pembelajaran yang dikembangkan oleh NNG, apalagi Tahun 2018 Disdik Dayah Banda Aceh sedang mengembangkan Program Santri Tahfidz Qur`an pada dua Dayah yaitu; Dayah Mini Aceh dan Dayah Mabdaul Ulum Al-Aziziyah. (AZ)

 

Berita Asal di Sini : <<Klik>>

No Internet Connection
Dapatkan Kupon Kursus Perunding secara PERCUMA !